Categories
Pendidikan

Agen, Materi dan Peran Pengetahuan Sosialisasi

Agen, Materi dan Peran Pengetahuan Sosialisasi

Agen, Materi dan Peran Pengetahuan Sosialisasi

Agen Sosialisasi

Agen sosialisasi adalah mereka yang melakukan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen utama sosialisasi, yaitu keluarga, kelompok bermain, media, dan lembaga pendidikan sekolah. Namun, media dalam proses sosialisasi adalah media tambahan, ini sejalan dengan pandangan Lane bahwa dasar sosialisasi dalam keluarga dan peran media hanya tambahan (Susanto, 1992: 163).

Pesan yang dikirim oleh penyuluh sangat berharga dan tidak selaras, misalnya, apa yang diajarkan keluarga mungkin berbeda dan mungkin bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh penyuluh lain, tetapi mereka yang menerima pesan dapat mempelajarinya secara bebas dari teman-temannya. dan media.

Materi Sosialisasi

Materi sosialisasi adalah konten yang akan dikirimkan ke tujuan sosialisasi. Pada dasarnya materi sosialisasi harus mengandung nilai dan norma. Pemahaman Hasan Mustafa tentang nilai dan norma adalah

Nilai-nilai adalah prinsip-prinsip etika yang dijunjung tinggi oleh individu atau kelompok untuk menyatukan dan memengaruhi perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap anggota unit sosial agar ada sanksi negatif dan positif .

Peran Pengetahuan Sosialisasi

Selain dua elemen ini, materi sosialisasi harus mengandung selembar kertas. Peran adalah seperangkat harapan atau tuntutan bagi seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu karena orang itu menempati status sosial tertentu, sehingga peran sosialisasi material harus mengandung peran pengetahuan. Pengetahuan pada dasarnya faktual (meskipun tidak eksklusif), pengetahuan dapat mendahului pembentukan nilai dan sikap dan sebaliknya. Pengetahuan dapat digunakan untuk mendukung nilai atau sikap tertentu setelah nilai dan sikap terbentuk, dan pengetahuan dipengaruhi oleh nilai dan sikap. Sikap yang terkait dengan nilai-nilai dalam arti kepercayaan individu dapat memainkan peran penting dalam menentukan reaksi terhadap rangsangan khusus dan terhadap pembentukan sikap atau pendapat khusus, tetapi sikap dapat mendahului nilai-nilai tertentu yang terjadi tentang dasar sosialisasi.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Tujuan Pendidikan di Berbagai Negara

Tujuan Pendidikan di Berbagai Negara

Tujuan Pendidikan di Berbagai Negara

Tujuan pendidikan terkait dengan kondisi usia yang terus berkembang. Setiap masyarakat atau negara memiliki tujuan pendidikan yang mungkin atau mungkin tidak sama atau berbeda dalam beberapa hal.

Contoh dapat diatur sebagai berikut:

1. Tujuan Pendidikan AS:

  • Tujuan dari realisasi diri;
  • Tujuan dari hubungan manusia.
  • Tujuan dampak ekonomi;
  • Tujuan tanggung jawab sipil.

2. Tujuan pendidikan di Jerman:

Kesehatan dan keterampilan;
Kemampuan untuk hidup dalam masyarakat yang sangat diperlukan untuk pekerjaan dan pendidikan orang-orang politik;
Bawa orang secara manusiawi ke dunia spiritual yang akhirnya membuat rumah mereka di sekitar mereka
Memahami dan mempraktikkan agama mereka dengan cara terbaik (Djumransjah, 2008: 115).


3. Tujuan pendidikan di Malaysia

Yaitu, untuk mengembangkan potensi individu secara keseluruhan dan mengintegrasikannya untuk menciptakan pikiran, spiritual, emosional dan keseimbangan fisik seseorang berdasarkan kepercayaan dan ketaatan kepada Tuhan.

4. Tujuan pendidikan Jepang.

Yaitu, untuk mengembangkan seluruh kepribadian, menghormati nilai-nilai individu dan menanamkan semangat bebas (Assegaf, 2003: 189).


5. Tujuan Pendidikan Indonesia

Yaitu, untuk mengembangkan potensi untuk menjadi seseorang yang menjadikan diri mereka tertinggi, mulia, sehat, berpengetahuan luas, berbakat, kreatif, mandiri dan demokratis serta warga negara yang bertanggung jawab (UUSPN) dan mengabdikan diri kepada Tuhan. merumuskan nilai-nilai dasar atau fundamental. Nilai-nilai inti ini diambil dari nilai-nilai sosial, ilmiah, moral dan agama.

Tujuan pelatihan yang mencakup nilai-nilai inti yang bekerja untuk:

  • Tujuannya berakhir;
  • Membimbing target;
  • Suatu tujuan dapat menjadi titik awal untuk mencapai tujuan lain, baik tujuan dan sasaran baru dan baru;
  • Berikan nilai pada bisnis (sifat).

Selain yang dijelaskan sebelumnya, fungsi lain dari tujuan pendidikan adalah:

  • Tujuan pendidikan mengarahkan proses pendidikan;
  • Tujuan pendidikan tidak hanya untuk mengarahkan pendidikan, tetapi juga untuk memberikan motivasi terbaik;
  • Tujuan pendidikan memiliki fungsi memberikan pedoman atau kriteria untuk mengevaluasi proses pendidikan (Djumransjah, 2008: 118).

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

AUDIT KONDISI LINGKUNGAN KERJA

AUDIT KONDISI LINGKUNGAN KERJA

AUDIT KONDISI LINGKUNGAN KERJA
Audit keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mengutamakan upaya prefentif. Oleh sebab itu perlu upaya untuk identifikasi, evaluasi dan pengendalian resiko dan bahaya potensial yang ada di tempat kerja. Identifikasi bahaya dapat dilakukan melalui inspeksi, survey dan monitoring tempat kerja dan lingkungan kerja. Untuk tempat kerja serta berbagai analisis yang bersifat prediktif seperti analisis keandalan sistem, studi bahaya dan pengoperasian dan sebagainya.

Untuk mengidentifikasi masalah keselamatan dan kesehatan kerja baik masalah manajemen maupun tieknik keselamatan dan kesehatan kerja maka diperlukan audit K3. Pelaksanaan audit untuk menilai pelaksanaan program dilakukan apabila manajemen telah menetapkan kebijaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja serta menyusun dan melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja.

Berdasarkan program yang dibuat dan hasil yang dicapai, maka presentasi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja dapat dinilai. Audit juga bisa dilakukan pada perusahaan yang baru memulai upaya keselamatan dan kesehatan kerja utuk identifikasi masalah serta menyusun data dasar sebagai pembanding keberhasilan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

Audit K3 dapat diartikan sebagai suatu sistem pengujian terhadap kegiatan operasi yang dilakukan secara kritis dan sistematis untuk menentukan kelemahan unsur sistem (manusia, sarana, lingkungan kerja dan pereangkat lunak) sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan sebelum timbul kecelakaan. Audit K3 merupakan alat manajemen untuk menentukan kelemahan pada unsur sistem operasi/produksi sebelm timbul gangguan operasi atau kerugian sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan secara dini.

 

4 Manfaat Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Banyak perusahaan atau pengusaha yang merasa jika Audit adalah proses untuk mencari kesalahan yang dilakukan oleh pengusaha tersebut atau karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut merasa bahwa ia sedang diperiksa dan dicari kesalahannya sehingga anggapan bahwa Audit itu akan membuat mereka berada dalam masalah.

Anggapan atau pola pikir seperti itu salah. Sesuai dengan pengertian dari Audit keselamatan dan kesehatan kerja (audit K3) adalah sistem pengujian terhadap kegiatan operasi yang dilakukan secara kritis dan sistimatis untuk menentukan kelemahan unsur sistem (manusia, sarana, lingkungan kerja dan perangkat lunak) sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan sebelum timbul kecelakaan atau kerugian.

Berikut ini adalah 4 manfaat Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);

  1. Manajemen mengetahui kelemahan unsur sistem operasi sebelum timbul gangguan operasi, insiden atau kecelakaan yang merugikan shingga kerugian dapat ditekan dan keandalan serta efisiensi dapat ditingkatkan
  2. Diperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang status mutu pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang ada saat inim sasaran apa yang ingin dicapai dimasa mendatang dan tingkat pemenuhan terhadap peraturan perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku
  3. Diperoleh peningkatan pengetahuan, kematangan dan kesadaran tentang K3 bagi karyawan yang terlibat dalam pelaksanaan audit keselamtan dan kesehatan kerja
    Peningkatan citra perusahaan

Sekarang sudah jelas bahwa Audit bukanlah mencari kesalahan yang dapat merugikan Anda tetapi dengan melakukan audit atau di audit maka Anda sudah terbantu untuk mengidentifikasi sistem apa yang timpang dan segera memperbaikinya sebelum terlambat.

 

Pelaksanaan Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Sebagaimana kita tahu manfaat audit K3, kita perlu melaksanakannya agar membuktikan atau menilai sistem K3 yang kita terapkan masih efektif.

Berikut ini adalah langkah yang diperlukan untuk penerapan audit K3:

  1. Pembuatan keputusan pelaksanaan audit keselamantan kerja lengkap dengna sasaran, penentuan pelaksanaan audit, pembentukan team dan penyediaan anggaran oleh pimpinan perusahaan.
  2. Perencanaan audit keselamatan dan kesehatan kerja. Pada tahun ini dilakukan pelatihan kepada anggota team tentang prinsip dan metoda audit keselamatan dan kesehatan kerja, tolok ukur (kriteria penilaian) yang dapat dipergunakan, cara pembuatan laporan audit dan lain.
  3. Persiapkan pelaksanaan. Team mengembangkan daftar periksa (check list) dan daftar pertanyaan (questionaire) yang akan dipergunakan, lengkap dengan kriteria penilaiannya.
  4. Pelaksanaan audit keselamatan dan kesehatan kerja. Team melakukan pemeriksaan secara langsung dengan melihat sarana, lingkungan dan perangkat lunak keselamatan dan kesehatan kerja yang ada, serta melakukan verifikasi apakah data yang diperoleh memang benar.
  5. Pelaporan hasil pemeriksaan. Sebelum laporan lengkap hasil audit disusun, hasil temuan perlu didiskusikan bersama pengurus/manajemen dari unit yang di audit dan dipresentasian kepada manajemen perusahaan untuk memperoleh brebagai tanggapan.
  6. Pelaksanaan perbaikan dan pemantauan hasil perbaikan oleh maajemen dibantu P2K3 setempat.

Dengan melaksanakan audit keselamatan dan kesehatan kerj, diharapkan dapat meningkatkan prestasi di bidang keselamatan dan kesehatan ekerja agar kecelakaan nihil dapat dicapai.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Sistem Keuangan

Sistem Keuangan

Sistem Keuangan

Pengertian Sistem Keuangan Suatu jaringan pasar keuangan (financial market), institusi, sektor usaha, rumah tangga, lembaga pemerintahan yang merupakan peserta sekaligus memiliki wewenang mengatur operasi sistem keuangan tersebut.

 

Fungsi Sistem Keuangan

  1. Menyediakan mekanisme sistem pembayaran
  2. Menyediakan kredit
  3. Penciptaan uang
  4. Sarana tabungan

 

Metode Transfer Sistem Keuangan

1.Metode pembiayaan langsung
Cara pemberian kredit dimana unit surplus atau ultimate lenders bertemu langsung dengan unit defisit atau ultimate borrowers tanpa melalui atau menggunakan jasa lembaga keuangan.

2.Metode pembiayaan semi langsung
Pertukaran dana antara kedua belah pihak sangat tergantung pada intervensi dari pihak ketiga (broker, dealer, investment banker) untuk menyelesaikan transaksi peminjaman dana tersebut.

3.Metode pembiayaan tak langsung
Peminjam, unit defisit, pemilik dana atau unit surplus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keuangannya melalui bantuan lembaga intermediasi keuangan.

Peran Lembaga Keuangan

  1. Pengalihan aset
  2. Liquidity
  3. Realokasi Pendaptan
  4. Transaksi
  5. Bagian mekanisme pembayaran antar pelaku ekonomi sebagai akibat transaksi yang dilakukan (transmission role).
  6. Pemberian fasilitas mengenai aliran dana dari pihak yang kelebihan dana ke pihak yang membutuhkan dana (intermediation role)
  7. Mengurangi kemungkinan risiko yang ditanggung pemilik dana atau penabung.

 

Faktor Peningkatan Peran Lembaga Keuangan

  • Besarnya peningkatan pendapatan masyarakat kelas menengah.
  • Pesatnya perkembangan industri dan teknologi
  • Besarnya denominasi instrumen keuangan menyebabkan sulitnya penabung kecil memperoleh akses.
  • Skala ekonomi dan ruang lingkup dalam produksi dan distribusi jasa keuangan
  • Lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas yang unik, mengurangi biaya likuiditas bagi nasabahnya
  • Keuntungan yang bersifat jangka panjang
  • Risiko yang lebih kecil

 

Peran Bank dalam Penciptaan Uang

Menciptakan suatu jenis tabungan yang dapat diambil ataupun ditarik dengan menggunakan instrumen (cek/bilyet giro) dan penarikan tanpa memberitahu bank yang bersangkutan
Meningkatkan atau mengurangi daya beli dalam perekonomian.

 

Proses Penciptaan Uang oleh Bank Umum

Asumsi proses penciptaan uang oleh bank umum

  1. Ketentuan cadangan likuiditas wajib (reserve requirement) 2%.
  2. Semua loanable funds disalurkan dalam bentuk kredit
  3. Setiap transaksi menggunakan cek
  4. Semua simpanan dilakukan dalam bentuk giro pada bank yang bersangkutan
  5. Simpanan giro pertama sebesar Rp1.000.000,00 dan disimpan pada Bank Umum A.

D = S
R

D= jumlah seluruh nilai tabungan atau uang giral, cadangan wajib dan kredit yang diberika yangan terwujud dalam proses penciptaan uang.

S = jumlah uang giral, likuiditas dan kredit yang diberikan yang tercipta pada wal proses penciptaanuang

R =ketentuan bagian uang giral (dalam persen) yang harus ditahan oleh bank sebagai cadangan likuiditas (reaserve requirement)

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Pengertian Lembaga Keuangan

Pengertian Lembaga Keuangan

Pengertian Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan

Lembaga yang menghubungkan antar pelaku ekonomi, sektor rumah tangga dan perusahaan dalam melakukan interaksi ekonomi.

Sektor rumah tangga
karena kebutuhan sektor rumah tangga, pendapatan disishkan untuk ditabung

Sektor usaha
karena sektor usaha membutuhkan dana untuk membiayai usaha/investasinya.

Lembaga keuangan
merupakan bagian dari “sistem Keuangan” maksudnya sistem keuangan merupakan jaringan pasar keuangan, institusi/badan-2, sektor usaha, rumah tangga dan lembaga pemerintah.

 

Fungsi Lembaga Keuangan

  1. Melancarkan pertukaran produk
  2. Menghimpun dana dari sektor rumah tangga dalam bentuk tabungan dan menyalurkan dana kepada sektor perusahaan dalam bentuk pemberian pinjaman
  3. Memberikan analisis dan informasi ekonomi
  4. Memberikan jaminan
  5. Menciptakan likuiditas

 

Lembaga Keuangan dikelompokkan menjadi 2:

  • Lembaga Keuangan Bank (LKB) à Lembaga yang liabilitasnya berupa ‘UANG’ dan mempunyai kemampuan menciptakan kredit, mengedarkan uang dan menambah jumlah uang beredar.
  • Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) à Lembaga yang liabilitasnya tidak dapat diklasifikasikan dengan uanga, menyalurkan dana kepada masyarakat melalui penyertaan modal atau membiayai investasi perusahaan.

 

Lembaga Intermediasi Keuangan

Yang dimaksud dengan Intermediasi Keuangan adalah proses pembelian surplus dana dari unit ekonomi yaitu sektor usaha, lembaga pemerintah, dan rumah tangga yang bertujuan menyediakan dana bagi unit ekonomi lain.
Lembaga intermediasi keuangan membeli sekuritas primer berupa instrumen utang yang dijual peminjam, dalam waktu yang sama menerbitkan sekuritas sekunder kepada investor/penabung.
Contoh Lembaga Intermediasi di Indonesia : Bank Umum, BPR, Lembaga Dana dan Kredit Pedesaan, Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan, Reksadana.

 

Bentuk Lembaga Intermediasi Keuangan

  • Depository Intermediaries.===>sebagian besar sekuritas sekundernya merupakan sumber dana dari berbagai bentuk simpanan. Contoh: Tabungan, giro, deposito.
  • Contractual Intermediaries => melakukan kontrak dengan nasabahnya dengan menarik tabungan atau memberikan perlindungan finansial. Contoh: Asuransi Jiwa, Kerugian dan Pensiun. Instrument Intermediaries => menawarkan surat berharga sebagai investasi jangka panjang yang dapat dijual kembali. Contoh: Trust funds, mutual stock funds.

 

Jenis Intermediasi Keuangan

  1. Intermediasi Denominasi
  2. Intermediasi Resiko
  3. Intermediasi Jatuh tempo
  4. Intermediasi Informasi
  5. Intermediasi Lokasi .
  6. Intermediasi mata uang

 

Pengertian sistem keuangan

Sistem Keuangan merupakan jaringan pasar keungan, institusi, sektor usaha, rumah tangga, lembaga pemerintah yang memiliki wewenang mengatur operasi sistem keuangan
Fungsi pokok sistem keuangan adalah mentransfer dana dari penabung kepada peminjam.

 

Fungsi Sistem Keuangan

  1. Menyediakan mekanisme pembayaran
  2. Menyediakan kredit
  3. Menciptakan uang
  4. Sarana menabung

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Tips Memasang Audio Compressor

Tips Memasang Audio Compressor

Tips Memasang Audio Compressor
Compressor adalah sebuah alat yang termasuk dalam kategori “gain based”. Sewaktu menyetel parameter-parameter yang terdapat pada sebuah unit compressor, digunakan satuan dalam dB. Compressor berguna untuk membuat sinyal lebih rata atau stabil.

Dahulu sewaktu rekaman di pita analog, ketika seorang Sound Engineer merekam material yang memiliki perubahan dinamika tinggi, maka dia akan menurunkan volume sehingga bagian yang berdinamika kuat tidak mengakibatkan distorsi. Masalahnya, ketika volume diturunkan, maka bagian yang lembut dekat pada noise floor, menjadi tak terdengar jelas karena tertutup oleh suara seperti “shhhhhh”. Dengan menggunakan compressor, maka sound engineer dapat menstabilkan materi sehingga volume keseluruhan dapat diangkat dan mengurangi tape noise.

Contoh lain adalah penggunaan compressor pada vocal. Mari dibayangkan apabila dimixing sebuah lagu yang hanya terdiri dari vocal, sedangkan musiknya berasal dari keyboard atau organ tunggal. Dapat diketahui bahwa musik organ tunggal memiliki dinamika yang konstan, sehingga akan menjadi masalah apabila vocalnya memiliki dinamika yang lebar.

Misalnya penyanyi berbisik pada intro, lalu menyanyi dengan kencang pada bagian reff. Apabila dibalance musik dan vocal berdasarkan saat ref, maka ketika intro vocal tak akan kedengaran karena penyanyi berbisik. Begitu juga apabila dibalance musik dan vocal berdasarkan saat intro, maka saat ref musik akan tertutup karena vocalist menyanyi dengan kencang / berteriak.

Dengan menggunakan compressor, Sound Engineer dapat menstabilkan vocal tersebut sehingga dapat “masuk/menempel” dengan baik pada musik organ tunggal. Untuk rekaman, Compressor juga dapat digunakan “sebelum” sinyal masuk ke tape / hard disk. Untuk aplikasi ini, Compressor berguna untuk menjaga sinyal yang masuk agar tidak sampai terjadi digital clipping. Yang masih termasuk dari kategori compressor antara lain: Limiter : outputnya konstan, tidak perduli besar kecilnya sinyal yang masuk / sinyal tak diperkenankan melewati threshold yang ada. Brick Wall Limiter : limiter yang banyak digunakan pada saat mastering untuk menaikkan volume keseluruhan dari sebuah materi audio.

 

Frequency Selected Compressor

Bekerja pada satu band frequency yang telah ditentukan. Contohnya adalah deesser. Deesser bekerja pada frequency sekitar 5 – 8 kHz yang telah terpasang pada rak Audio dan berguna untuk menekan bunyi desis pada vocal Multi Band Compressor : banyak digunakan untuk mastering. Beberapa compressor dijadikan satu, tiap compressor menangani frekuensi atau bandwith yang berbeda secara independent. Tiap bandwith dapat memiliki pengaturan attack, release , ratio dan threshold yang berbeda. Misalnya jika memiliki MBC yang dibagi 3, maka dapat di set : satu untuk meng-compress frekuensi rendah, satu untuk mid, dan satu untuk high frequency.

Apabila digunakan dengan baik dan benar, sebagian besar pendengar awam tak akan menyadari bahwa compressor telah digunakan. Telinga manusia cenderung lebih peka terhadap perubahan pitch dari pada perubahan amplitudo. Umumnya, sound engineer mengerti musik. Tentu dapat mengerti, selain nada dan irama, perubahan dinamika atau keras lembutnya sebuah lagu sangat mempengaruhi keindahan dari lagu tersebut. Apalagi untuk lagu klasik, inilah yang akan dicoba untuk dipertahankan.
Secara garis umum ada 5 buah parameter yang dapat di atur, yaitu: threshold, ratio, attack time, release time, dan output/gain. Dari ke 5 parameter ini, dibagi menjadi dua bagian yaitu, threshold dan ratio. Selanjutnya attack time dan release time. Pertama-tama dibahas soal threshold dan ratio.

Threshold adalah satu point dimana apabila sebuah sinyal melewati titik ini, maka compressor akan mulai bekerja. Pemakailah yang menentukan threshold ini. Sebagai contoh, apabila threshold diatur pada -20 dB, maka semua sinyal yang melewati -20 dB akan di proses. Sinyal yang tak melewati tak akan di proses.
Ratio adalah perbandingan atau jumlah dari kompresi yang akan dikenakan kepada sinyal audio yang melewati batas threshold. Misalkan ratio di set pada perbandingan 3:1 dan threshold -20 dBFS. Apabila sinyal berada pada -14, berarti melewati threshold dengan jumlah 6 dB. Lalu akan di kompress dengan perbandingan 3:1. Maka akan didapat hasilnya. Nah ini yang ditambahkan pada threshold yang -20 dB tadi. Hasil akhirnya adalah -18 dB.
Attack time menentukan berapa lamanya compressor “menunggu sebelum mulai bekerja” setelah ia mendeteksi adanya sinyal yang melewati threshold. Seperti dilihat pada gambar diatas, setiap instrument memiliki “Sound Envelope” yang berbeda. Jika attack time diset “fast”, maka compressor akan melihat dan bereaksi pada hampir setiap sinyal yang melewati threshold. Contoh : saat menggunakan compressor pada track drum. Apabila attack time di set cepat, maka compressor akan bereaksi terhadap setiap pukulan drum. Ketika merubah attack time to “slow”, maka compressor tak akan bereaksi terhadap sinyal berdurasi pendek.
Release time menentukan berapa lamanya si compressor “menunggu sebelum berhenti bekerja” setelah ia mendeteksi bahwa sinyal audio sudah tak lagi berada di atas threshold. Bisa juga diartikan waktunya sebelum compressor kembali ke normal (sebelum dia bekerja)
Make up gain, atau output. Ketika sebuah sinyal di compress, maka otomatis amplitudenya akan berkurang. Output ini berguna untuk menambah “Gain” dari sinyal audio anda yang sudah di kompres.

Beberapa Compressor memiliki pengaturan yang disebut Hard Knee atau Soft Knee. Perbedaannya adalah, pada Hard Knee ketika sinyal masih di bawah threshold, sama sekali tidak dicompress. Begitu melewati threshold, maka compressor langsung bekerja. Pada soft knee, ketika sinyal mulai mendekati threshold maka compressornya mulai bekerja.

 

Kesalahan yang banyak ditemui pada saat mengatur compressor :

1. Thresholdnya di set ke 0
2. Ratio di set ke 1 meng-compress instrument perkusi
3. Attack terlalu besar saat

 

Cara cepat untuk mengeset compressor:

1. Set Ratio 3:1
2. Set Attack Time 12 ms, Release Time 50 ms atau Auto
3.Perlahan-lahan turunkan thresholdnya sehingga didapat Gain Reduction antara 4 s/d 8 dB.

Panduan menentukan parameter compressor:

Jenis instrument dipakai untuk menentukan attack dan release Time
Teknik bermain atau dynamic range dipakai untuk menentukan ration dan gain reduction.

Panduan perbandingan dB saat mengcompress dan mixing :

+1 dB artinya bertambah 12%
+3 dB artinya bertambah 40%
+6 dB artinya dua kali lipat lebih kencang ( bertambah 100% )
-1 dB artinya 90% dari original SPL
-3 dB artinya 70% dari original SPL
-6 dB artinya setengah dari original SPL.

Multigate

Gate bisa dianalogikan sebagai volume control otomatis. Ketika menerima trigger berupa suara, maka volume akan terbuka, dan ketika suara tidak ada, maka volume akan di tutup lagi begitu sinyal itu di bawah titik-batas yang di tentukan.

Titik batas yang ditentukan disebut treshold
Seberapa cepat volume dibuka disebut attack
Seberapa cepat volume itu ditutup kembali disebut Release
Volume tidak sepenuhnya mati disebut Range

Multigate biasa dipasang di drum sebagi noisegate. Misal dipasang di bass drum, ketika bass tidak dibunyikan, maka tidak ada suara yang dilewatkan, tetapi ketika dibunyikan maka volume akan otomatis terbuka.
Fungsi lain adalah sebagai trigger. Misal dipasang pada snare drum, ketika snare dipukul maka akan mentrigger efek (synthesizer) dan bersamaan akan mengeluarkan bunyi efek yang diinginkan. Synthesizer adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mensintesa suara sederhana ke dalam bentuk yang lebih kompleks. Ada dua jenis Synthesizer yang pertama Frequency Modulation (FM) Synthesizer lalu yang kedua adalah Wave Tabel (WT) Synthesizer. FM Synthesizer menggunakan modulasi frekuensi untuk menyintesiskan suara. Wave Tabel Synthesizer adalah perangkat yang lebih mahal dibandingkan FM Synthesizer. Sebab WT Synthesizer memiliki lebih banyak memiliki sampel dari berbagai macam suara instrumen asli yang disimpan dalam ROM-nya.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Tips Mengatur Equalizer

Tips Mengatur Equalizer

Tips Mengatur Equalizer

Secara definisinya, mengatur equalizer adalah proses mengangkat (boosting/enhancing) atau menurunkan (cutting) gain dari frequency tertentu tanpa mempengaruhi frequency – frequency lainnya. Untuk dapat mengerti cara mengatur equalizer pada saat mixing maupun mastering, sebelumnya anda perlu memahami pengaruh atau efek dari beberapa range frequency bagi sebuah instrument ataupun lagu secara keseluruhan. Range- range frequency tersebut dapat dijadikan sebagai acuan pengaturan equalizer pada proses mixing maupun mastering.

 

Range frequency 40 Hz – 80 Hz : range frequency sub bass atau low bass

Range frekuensi terendah yang biasa ada dalam sebuah lagu adalah range frekuensi 40 – 80 hz dengan pengaturan equalizer yang dipusatkan di sekitar 50 hz . Range frekuensi ini dinamakan range frekuensi sub bass / low bass. Memang banyak suara yang memiliki frekuensi sekitar 20 – 40 hz, namun suara tersebut biasanya bukanlah suara dari alat musik (kecuali untuk beberapa jenis pipe organ). Kick drum, bahkan bass guitar pun tidak memiliki frekuensi di range tersebut (nada terendah dari senar bass guitar memiliki frekuensi 41 hz). Dengan demikian pada banyak kasus, range frekuensi 20-40 hz dipangkas habis menggunakan HPF (high pass filter) atau low cuts filter.
Range frequency sub bass / low bass umumnya diatur dengan equalizer untuk memberikan “power” kedalam sebuah instrument ataupun keseluruhan lagu. Range frekuensi tersebut tidak akan terdengar jelas ketika anda mendengarkan lagu pada level volume yang pelan ataupun mendengarkan lagu menggunakan speaker kecil. Dengan demikian, agar anda dapat mengatur range frekuensi sub bass / low bass dengan benar, maka anda harus mengatur equalizer sambil mendengarkannya pada level volume yang keras, kemudian mencobanya pada level volume yang dipelankan. Sebaiknya anda juga mendengarkannya pada speaker stereo system yang besar maupun kecil sebagai perbandingan.

 

80 Hz – 250 Hz : bass range frequency

Mengatur equalizer pada range frekuensi bass yang berkisar antara 80-250 hz dengan pengaturan equalizer yang umumnya dipusatkan pada frequency sekitar 100 hz atau 200 hz, akan mempengaruhi “ketebalan” dari sebuah instrument ataupun sebuah lagu .Pada track guitar dan bass guitar, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 100 hz biasanya akan menambah suara terdengar lebih “bulat”. Namun anda harus berhati-hati karena jika anda memberikannya secara berlebihan akan membuat suara guitar ataupun bass guitar terdengar “berdentum”.
Pada beberapa kasus, gain di sekitar frekuensi 100 hz pada track guitar bahkan diturunkan untuk membuat suara guitar tersebut terpisah dari suara bass guitar, dan mengurangi suara dentuman dari track tersebut. Namun konsekuensinya adalah not – not yang dimainkan pada range frekuensi tersebut menjadi terdengar samar. Biasanya, untuk membuat not – not tersebut kembali terdengar jelas, anda perlu menambahkan sedikit gain pada frekuensi disekitar 200 hz.
Pada track vocal, frekuensi di sekitar 200 hz menentukan keutuhan dari suara vocal yang direkam. Namun frekuensi di range ini seringkali dipotong agar suara vocal terdengar terpisah dari instrument-instrument lain. Kecuali jika anda telah mengatur equalizer dan menaikkan gain di frekuensi high pada track vocal dan membuat suaranya terdengar tipis, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 200 hz biasanya akan mengembalikan ketebalan suara vocal tersebut.

250 Hz – 500 Hz : lower mid range frequency

Mengatur equalizer pada frekuensi di sekitar 250 – 500 hz dapat memberikan aksen pada ambience di studio rekaman anda serta menambahkan kejernihan pada suara bass dan instrument string yang bernada rendah seperti cello, ataupun nada rendah dari piano dan organ.
Penambahan gain yang berlebihan di range frekuensi ini dapat membuat kick drum dan tom terdengar seperti terbuat dari kardus atau karton, sehingga untuk track – track tersebut serta track cymbal frekuensi lower mid biasanya dipangkas habis.
Pada umumnya, pengaturan equalizer di low mid range dapat dilakukan di frekuensi apa saja di sekitar 250 – 500 hz namun lebih sering dipusatkan disekitar frekuensi 300 dan 400 hz. Bagian terendah dari range frekuensi lower mid ( 250 hz – 350 hz ) disebut juga dengan range frekuensi upper bass yang biasa dinaikkan pada track vocal terutama vocal wanita untuk membuat suaranya terdengar lebih tebal.

 

500 Hz – 2 kHz : mid range frequency

Mengatur equalizer di mid range sering di lakukan untuk membuat suara instrument terompet ataupun yang berkarakter hampir sama terdengar jelas (biasanya sekitar 500 hz sampai 1 khz), atau untuk membuat efek suara telephone. Penambahan gain di mid range juga dapat menambah attack dari track bass guitar (biasanya di 800 hz dan 1,5 khz). Sama halnya dengan nada – nada rendah dari track rhythm guitar yang juga dapat terdengar lebih memiliki attack jika gain di frequency 1,5 khz dinaikkan.
Untuk instrument guitar, piano dan vocal, gain dari mid range frequency ini lebih sering di turunkan. Menurunkan gain di frequency 500 – 800 hz untuk track gitar akustik dapat membuatnya terdengar lebih jernih, sementara menurunkan gain di frequency 800 hz pada track vocal dapat menurunkan suara sengau serta membuatnya terdengar lebih “bulat” dan jelas.
Untuk track snare drum, penurunan gain di frequency 800 hz dapat menghilangkan kesan suara kaleng.

 

2 kHz – 4 kHz : upper mid range frequency

Range frequency ini menentukan efek attack dari rhythm instrument juga percussive instrument. Pengaturan equalizer dapat diaplikasikan di frekuensi mana saja di range ini, namun biasanya dipusatkan sekitar frequency 3 kHz.
Pada kick drum, menaikkan gain di frequency 2,5 kHz dapat memberikan attack pukulan dengan karakter felt beater, sementara 4 kHz memberikan karakter hardwood. Frekuensi – frekuensi ini dapat pula memberikan attack lebih jelas pada tom dan snare.
Track guitar pun seringkali diberikan sedikit attack dan pemisahan suara dengan cara mengatur equalizer di range ini. Sementara untuk track vocal, sedikit boosting ( sekitar 1 dB – 3 dB) di mid range akan membuat vocal tersebut terdengar lebih menonjol. Namun menambahkan gain terlalu berlebihan dapat membuat syllables dari vocal sulit untuk di reduksi dan membuatnya tidak enak didengar. Pada track background vocal, umumnya mid range frequency di turunkan agar terdengar lebih “transparan“.

 

4 kHz – 6 kHz : presence range frequency

Mengatur equalizer pada frequency di range ini dapat membuat track vocal ataupun instrument melodi lainnya terdengar lebih dekat dan lebih jelas. Namun jika berlebihan dapat membuat suaranya terdengar kasar. Pengaturan equalizer di range ini umumnya dipusatkan disekitar frequency 5 kHz.

 

6 kHz – 20 kHz : treble range frequency

Pada dasarnya, range treble frequency ini menentukan kejernihan dari instrument. Pengaturan equalizer di range ini biasanya dipusatkan di sekitar frequency 7 kHz, 10 kHz dan 15 kHz. Suara “S” pada vocal biasanya memiliki frequency sekitar 7 kHz, membuat frequency tersebut biasanya diturunkan. Namun anda harus hati-hati pada saat menurunkannya karena dapat membuat vocal terdengar “tumpul”. Breath sound dari track vocal biasanya terdengar di frequency 15 kHz keatas. Pada garis besarnya mengatur equalizer untuk track vocal adalah menghilangkan aksen “S” yang terlalu kasar dan memberikan breath sound yang berkualitas.
Frequency 7 kHz juga merupakan “metallic attack” dari frekuensi drum, sementara 15 kHz merupakan desisan bagi track cymbals. Ketika mengatur equalizer secara keseluruhan, frequency 10 kHz digunakan sebagai penambah level kejernihan secara umum.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem Informasi Pemasaran merupakan kumpulan dari sub–sub yang saling berhubungan satu sama lain secara harmonis dengan tujuan untuk mengolah data yang berkaitan dengan masalah pemasaran menjadi sistem informasi pemasaran yang diperlukan oleh manajemen untuk mengambil keputusan dalam rangka melaksanakan fungsinya.
Dalam Sistem Informasi Pemasaran ini terdiri atas orang, peralatan, prosedur yang ditunjukkan untuk mengumpulkan, menganalisa dan membagi–bagi apa–apa yang dibutuhkan secara tepat waktu dan informasi akurat yang digunakan untuk pengambilan dengan keputusan bagi manajemen pemasaran ( Philip Kotler )

Sistem Informasi Pemasaran merupakan suatu rancangan yang menekankan pada tiga hal pokok berikut:

1. Sistem Informasi Pemasaran bersifat Fleksibel

Sistem informasi pemasaran haruslah dilihat sebagai suatu sistem yang luas dan bersifat fleksibel karena kegiatan-kegiatan pemasaran dari suatu perusahaan saling berhubungan satu sama lain dan harus sesuai dengan perubahan lingkungan yang ada.
Hasil-hasil penjualan, sebagai contoh, dipengaruhi oleh ketersediaan produk, kepuasan pelanggan, periklanan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, suatu rancangan sistem informasi pemasaran yang baik bukan hanya suatu sistem pentunjuk penjualan atau suatu laporan triwulan dari peningkatan produk; sistem tersebut seharusnya memungkinkan para pemimpin pasar untuk mengambil berbagai informasi seperti yang dibutuhkan dalam masalah-masalah pemasaran yang mereka hadapi.

 

2. Sistem Informasi Pemasaran berbentuk formal dan berkelanjutan.

Dengan kata lain, sistem tersebut harus dirancang dengan teliti sesuai dengan tujuan organisasi tertentu yang ada sehingga sistem tersebut akan memenuhi kebutuhan para pemimpin pemasaran untuk periode yang lebih panjang. Sistem informasi pemasaran bukan hanya suatu yang dikhususkan, pengembangan sistem jangka pendek oleh seorang pemimpin individu untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Namun sistem-sistem tersebut dengan sengaja dikembangkan untuk mendukung kelanjutan pembuatan keputusan manajemen pemasaran. Untuk mencapai hal ini tujuan organisasi tertentu untuk sistem tersebut harus ditentukan dengan pengetahuan atas pekerjaan para pemimpin pemasaran, dan perkembangan dari sistem tersebut harus mempunyai komitmen dan dukungan luas dari organisasi.

 

3. sistem informasi pemasaran informasi yang relevan

Untuk memandu pembuatan keputusan pemasaran. Informasi tersebut harus relevan dengan pembuatan keputusan pemasaran. Hal ini berarti sistem tersebut harus dirancang bukan untuk memberikan semua kemungkinan data ataupun untuk memberikan data saja. Sebaliknya, sistem tersebut harus dirancang untuk memberikan berbagai bentuk data yang akan memandu pembuatan keputusan perusahaan dan memberikan alat-alat yang dibutuhkan untuk merubah data tersebut ke dalam informasi yang akan membantu para pemimpin dalam membuat keputusan-keputusan manajemen pemasaran yang bijaksana dan terperinci. Untuk mencapai hal ini, sistem tersebut harus dirancang untuk melengkapi proses pembuatan keputusan dari organisasi sementara itu juga memenuhi kebutuhan dan harapan dari pemakai sistem tersebut.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :